Pertimbangan sebelum meminjam modal usaha

Pertimbangan sebelum meminjam modal usaha

Pada praktiknya sebuah usaha adakalanya membutuhkan pinjaman modal untuk melanjutkan produksi atau kelangsungan perusahaan. Nah, untuk memperoleh pinjaman tersebut bisa berasal dari mana saja. Melakukan pinjaman kepada bank, rekan bisnis, rentenir, dan lainnya. Meminjam tentu harus mengembalikan. Tidak jarang menjadi boomerang bagi perusahaan itu sendiri. Namun sebagai pemimpin perusahaan atau pelaku usaha mereka mau tidak mau harus berani mengambil keputusan untuk menambah modal dengan melakukan pinjaman atau tidak. Bisa menjadi keputusan sulit namun bisa juga menjadi keputusan mudah meskipun harus was-was bisa mengembalikan tepat waktu atau tidak. Karena tidak sedikit perusahaan atau rumah pelaku usaha tersebut disita akibat tidak mampu mengembalikan pinjaman.

Jika anda pelaku usaha maupun perusahaan yang ingin melakukan pinjaman, maka ada beberapa sumber pinjaman yang bisa digunakan, antara lain :
Melalui bank. Di sini anda akan diminta beberapa persyaratan yang diperlukan misalnya jaminan dan lainnya. Pihak bank kemudian akan melakukan pengecekan terlebih dahulu mengenai usaha anda dan rumah anda. Baru kemudian akan diputuskan apakah anda akan diberikan pinjaman atau tidak.
Melalui koperasi. Syaratnya lebih ringan dibandingkan bank. Anda bisa memperoleh pinjaman hanya dengan membawa BPKB kendaraan bermotor anda. Namun perhatikan pula bunga pengembalian yang diberikan.
Rentenir. Cepat tanpa syarat berarti namun bunga yang diberikan melebihi bank dan koperasi. Sering menjadi sandungan beberapa pengusaha kecil karena bunga pinjaman yang membengkak.
Modal asing. Tentu ini berlaku bagi perusahaan-perusahaan besar. Jenisnya pun bermacam-macam. Ada leasing, pinjaman obligasi, rekening koran, dan lainnya.
Pahami Risiko Melakukan Hutang
Sebelum anda memutuskan untuk melakukan pinjaman atau utang maka anda juga perlu memahami mengenai risiko. Kemudian anda juga perlu melakukan perhitungan apabila anda benar-benar memutuskan berhutang maka seberapa besar dampaknya bagi kelangsungan usaha anda. Jika anda yakin dengan inovasi usaha yang anda lakukan setelah berhutang akan memberikan keuntungan bagi usaha yang anda jalankan berhasil maka anda bisa berhutang. Namun jika tidak sebaiknya anda berfikir ulang untuk memperoleh tambahan modal tanpa harus melakukan pinjaman modal.
Konsekuensi Berhutang
Jika anda sudah tidak memiliki sumber pemasukan untuk melanjutkan usaha anda padahal anda tidak memiliki sumber penghasilan lainnya maka anda bisa melanjutkan untuk melakukan pinjaman. Namun anda harus cermat dan sebaiknya tidak meminjam kepada rentenir. Sesulit apapun syarat yang diberikan bank atau koperasi sebaiknya anda menghindari rentenir. Risiko yang akan anda peroleh dengan meminjam di bank atau koperasi tentu jauh lebih ringan dibandingkan kepada rentenir. Konsekuensi anda melakukan pinjaman tentu anda harus mengembalikan dan berupaya untuk meningkatkan produksi usaha dan keuntungan. Melalui keuntungan yang anda peroleh inilah anda bisa mengembalikan pinjaman modal yang anda lakukan.

Categorized: ARTIKEL , cara mendirikan pt , cara pembuatan cv , cara pembuatan pt , cara pendirian pt , cara pengurusan cv , Jasa pembuatan cv , Jasa pembuatan pt , Jasa pendirian perusahaan , jasa pendirian usaha , jasa pengurusan perizinan , jasa perijinan usaha , jasa perizinan usaha , pendirian pt pma , pengurusan izin gangguan , pengurusan izin perusahaan , pengurusan izin pt , pengurusan izin usaha , pengurusan pt , syarat mendirikan pt